Sebuah video penampilan grup musik dalam sebuah acara amal untuk kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah personel band tengah berada di atas panggung dan menjalankan penampilan musik.
Rekaman itu kemudian disertai keterangan dari pihak band R.A.S.Y.A yang menyampaikan keberatan atas perlakuan yang mereka alami saat mengikuti kegiatan tersebut. Pihak band menyebut mereka ikut berpartisipasi dalam acara amal untuk karhutla dan mengaku telah membayar untuk mengikuti kegiatan tersebut. Namun, mereka mengaku merasa tidak diterima serta merasa dilecehkan dan direndahkan di hadapan banyak orang.
Pihak band juga mempertanyakan apabila keberadaan mereka memang tidak diterima dalam acara tersebut, mengapa tidak ditolak sejak awal pendaftaran. Selain itu, mereka menyinggung pentingnya saling menghormati antar-musisi, meskipun memiliki genre musik yang berbeda.
Video tersebut kemudian menuai perhatian warganet. Persoalan yang muncul bukan hanya soal penampilan sebuah grup musik, tetapi juga menyangkut bagaimana peserta atau pengisi acara diperlakukan dalam sebuah kegiatan yang membawa nama amal. Lantas, apa sebenarnya yang terjadi di balik video tersebut? Apakah benar ada perlakuan yang tidak pantas terhadap band tersebut, atau terdapat konteks lain yang belum terlihat dalam rekaman
