Kasus penganiayaan berat menggemparkan warga di Desa Muncang, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Bali. Seorang sopir truk berinisial GS menjadi korban pembakaran hidup-hidup yang diduga dilakukan oleh bosnya sendiri berinisial PC akibat dipicu permasalahan uang setoran.
Peristiwa mengerikan tersebut terjadi pada siang hari di kediaman korban. Akibat tindakan keji itu, korban yang berusia muda menderita luka bakar serius di sekujur tubuhnya dan harus segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis intensif, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP Prof Ngoerah, Denpasar.
Kapolsek Selat menyampaikan bahwa terduga pelaku berhasil diringkus di rumahnya tidak lama setelah kejadian berlangsung. Saat ini, pelaku telah diamankan di kantor polsek setempat guna menjalani serangkaian pemeriksaan intensif.
Selain memeriksa pelaku secara intensif, pihak kepolisian juga telah memintai keterangan dari sejumlah saksi mata di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan temuan awal di lapangan, aksi nekat tersebut diduga dipicu oleh ketidakcocokan masalah uang setoran antara bos dan anak buahnya.
Kendati demikian, aparat kepolisian masih terus mendalami motif utama di balik kasus ini serta menelusuri asal-usul bahan bakar jenis Pertalite yang digunakan pelaku untuk menyiram tubuh korban, apakah sengaja dibawa dari rumah atau diperoleh dari sekitar lokasi kejadian. Penyelidikan lanjutan masih terus dikembangkan guna mengungkap kasus kekerasan tersebut secara menyeluruh.
